Jumat, 14 Oktober 2011

Bonsai dan Iman

Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepdanya, demikian: “Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?  Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir?

“Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”  Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian.  Bukankah Aku mengutus engkau!” Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan keselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”
(Hakim-hakim 6:12-16)



Tanaman bonsai
  ( sumber : artofbonsai.org )
 Sejenak penulis akan menjelaskan lebih dahulu arti dari judul postingan ini dan apa hubunganya dengan pembacaan ayat di atas.Nah,saudara mungkin sudah  mengenal tanaman bonsai yang banyak kita temui di gerai-gerai tanaman hias di pinggir jalan raya.Bonsai adalah tanaman yang dikerdilkan dengan cara menanamnya di dalam pot dangkal , pemangkasan akar dan cabang serta pemupukan yang terkendali.Tanaman sejenis ini mempunyai nilai dan harga yang sedikit lebih istmewa karena memerlukan perawatan yang intensif dan teratur.

Bagaimana jikalau bonsai dan iman kita satukan? Tentu sudah menjadi satu arti yaitu bonsai iman atau iman yang dibonsaikan.Tentunya anda sudah mendapat sedikit gambaran  yang mendasar sebelum saya menjelaskan lebih jauh lagi . 

Mari kita melihat apa yang terjadi dengan Gideon setelah Tuhan memilih atau menetapkan dia jadi pemimpin Israel untuk mengalahkan orang Midian musuh mereka.Sesungguhnya ketika Tuhan sudah memanggil dia maka harus menyambutnya dengan positif tetapi Gideon berkelit menunjukkan ketakutan , keraguan , penuh  pertimbangan serta melihat jatidirinya dari kemampuan yang dimilikinya saat itu tidaklah mendukung.

Penulis sering mendengarkan satu istilah dan menjadi satu plesetan bagi teman-teman kita yang mayoritas tinggal di Sumatera Utara ketika melihat seseorang yang sudah sukses dalam bisnis ataupun usaha biasanya ada perasaan minder ataupun malu-malu , terlebih si orang  sukses tersebut menanyakan keberadaan si teman tadi maka akan dibalas dengan ucapan : " aaah , apalah awak nih ... " Satu ucapan kekalahan sebelum bertanding,itu juga yang diucapkan Gideon sampai dua kali dalam ayat 13 dan 15 pasal 6.

Persembahan Gideon dimakan api
  ( sumber : jesuswalk.com )
Gideon dengan percobaan
bulu domba ( sumber : jesus
walk.com )
Kadangkala banyak diantara kita tidak percaya sepenuhnya akan mujizat dan keajaiban Tuhan sebelum melihat sendiri mujizat dan keajaiban itu terjadi di depan mata.Akan halnya Gideon karena sudah mengkerdilkan imanya atau membonsaikan imanya maka sampai tiga kali meminta tanda dari Tuhan yaitu yang pertama  dari ayat 21 pasal 6 ( persembahan daging dan roti habis dimakan api oleh ujung tongkat malaikat Tuhan ). Yang kedua dari ayat 37 pasal 6 ( guntingan bulu domba yang berembun dan tanah kering sekelilingnya ) dan ketiga ayat 40 pasal 6 (guntingan bulu domba yang kering dan tanah yang berembun disekelilingnya ). Bagi kita semuanya umat yang percaya , marilah kita sambut segala pekerjaan dan pelayanan kita dengan positif dan dengan hati yang senang penuh sukacita.Tidak semuanya kita dipanggil dan dipilih menjadi seorang pemimpin seperti Gideon tetapi tetapi sebagai orang yang percaya  kita semua akan diperlengkapi dengan kemampuan dan talenta sesuai dengan pekerjaan dan pelayanan kita masing-masing dan tidak akan pernah berkata tidak mampu karena kalau demikian iman kita akan kerdil dan dengan sendirinya akan menjadi BONSAI IMAN.


jules silitonga , Bekasi 14 Okt 2011